LDII Bali Tanam 1.500 Bakau di Serangan

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali AA Ngurah Buana (kiri) secara simbolis memberikan bibit pohon bakau yang diberikan kepada Ketua DPD LDII Bali, Olih Solihat Karso dalam acara gerakan penghijauan LDII Go Green di pantai Serangan, Minggu (20/6).

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali AA Ngurah Buana (kiri) secara simbolis memberikan bibit pohon bakau yang diberikan kepada Ketua DPD LDII Bali, Olih Solihat Karso dalam acara gerakan penghijauan LDII Go Green di pantai Serangan, Minggu (20/6).

Denpasar (Antara Bali) – Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali AA Ngurah Buana (kiri) secara simbolis memberikan bibit pohon bakau yang diberikan kepada Ketua DPD LDII Bali, Olih Solihat Karso dalam acara gerakan penghijauan LDII Go Green di pantai Serangan, Minggu (20/6)
Denpasar (Antara Bali) – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Bali mendukung program Pulau Dewata “menuju bersih dan hijau” dengan menanam 1.500 bibit bakau atau mangrove di sekitar Pura Sakenan, Desa Serangan, Denpasar, Minggu.
Kegiatan penghijauan itu diikuti ratusan masyarakat, baik dari wilayah Pulau Serangan, warga LDII, dan juga sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai elemen.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali Anak Agung Ngurah Buana mengatakan bahwa pemerintah menyampaikan penghargaan atas upaya LDII untuk menghijaukan lingkungan.
“Semoga kegiatan ini dapat lebih mendorong motivasi masyarakat Bali lainnya untuk melakukan penanaman pohon sehingga tercipta kondisi lingkungan pulau Bali yang hijau dan bersih di masa mendatang,” katanya.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini luas wilayah taman hutan rakyat (tahura) di sekitar Ngurah Rai mencapai 1.373,5 hektare yang seluruhnya merupakan hutan mangrove.
Berdasarkan hasil identifikasi, terdapat 38 spesies mangrove, 61 jenis burung, empat jenis reptil dan 30 jenis satwa lainnya. Namun, kawasan Tahura Ngurah Rai yang terletak di jalur strategis ini sejak beberapa tahun terakhir mengalami tekanan yang sangat berat.
“Hal ini akibat dari perambahan hutan, penebangan pohon, tempat pembuangan limbah dan sebagainya yang mengancam kelestarian hutan mangrove. Untuk itu sangat diharapkan partisipasi banyak pihak, termasuk masyarakat untuk aktif menjaga dan memelihara kelestarian hutan mangrove ini,” ujarnya.
Menurut dia, keberadaan hutan mengrove di kawasan Tahura Ngurah Rai ini berfungsi mencegah abrasi pantai, disamping tentu saja menjadi paru-paru kota Denpasar dan Kabupaten Badung.
Wakil ketua DPD LDII Provinsi Bali Suparto menambahkan bahwa kegiatan penghijauan ini diharapkan bisa dilaksanakan setiap tahun sekali oleh LDII Bali mengingat manfaatnya yang besar untuk pelestarian lingkungan.
“Ini juga sekaligus sebagai komitmen warga LDII dalam menjaga lingkungan hidup,” katanya. (*) COPYRIGHT © 2011
LDII Bali

Sumber: Bali.antaranews.com

Posted on 21 Juni 2010, in LDII Go Green and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: